Urban Legend Minyak Goreng

Banyak orang menjadikan minyak sayur dan minyak zaitun untuk digunakan sebagai minyak goreng di dapur mereka dan itu sangat lumrah. Tapi, banyak minyak yang tidak sehat untuk dikonsumsi, tidak cocok dalam teknik memasak tertentu, juga tidak selalu memberikan rasa terbaik pada hidangan apabila keliru. Mari, baca di sini untuk mengetahui mitos-mitos yang beredar mengenai minyak di lingkungan masyarakat. Nah, berikut ini adalah mitos dan fakta soal berbagai jenis minyak yang menjadi urban legend di kalangan rumah tangga.

Banyak yang mengatakan bahwa minyak nabati begitu berlimpah karena lebih bergizi dan serbaguna untuk memasak. Nyatanya, sebagian besar minyak nabati memang terjangkau dan serbaguna, tetapi sering tidak memiliki rasa alias hambar. Proses pembuatan minyak nabati sangat panjang sehingga hanya sedikit kandungan manfaat yang tersisa, salah satunya asam lemak. Kebanyakan minyak nabati punya kandungan asam lemak omega-6 yang sangat banyak, ini memang bermanfaat. Namun, ketika dikonsumsi dalam jumlah banyak, terutama dengan sedikit omega-3 dalam makanan, akan membuat tubuh bereaksi.

Rekomendasi Minyak Goreng Ada juga yang bilang bahwa minyak kelapa mengandung lemak jenuh, itu tidak baik untuk tubuh. Namun, beberapa penilitian mencatat bahwa Lemak jenuh punya fungsi gizi tertentu. Seperti penting bagi otak karena tahan terhadap panas dan oksidasi. Darimana lemak jenuh paling mudah ditemui? Tentu saja minyam kelapa sawit dan minyak kelapa. Kedua bahan masakan tersebut juga memiliki efek menguntungkan pada kolesterol darah, meningkatkan HDL dan menurunkan reaksi berlebih ketika dikonsumsi oleh tubuh.

Lebih lanjut, ada saja yang meyakini bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara minyak yang lebih sehat dan yang lebih murah. Memang demikian. Akan tetapi, ada jenis-jenis minyak yang memang berharga mahal, namun perlu diketahui bahwa jenis ini terbilang sedikit saat digunakan. Secara teknis, sama saja. Belum lagi, dengan mengkonsumsi minyak dengan harga yang mahal, masakan akan punya rasa yang lebih baik dan lebih kaya. Juga, lebih banyak nutrisi dan keseimbangan omega-3 / omega-6 yang sangat penting untuk tubuh.

Baca Juga :  Perhatikan 6 Hal Penting Ini Sebelum MembeliĀ  Bumbu Nasi Goreng Instan

Selain itu, ada saja yang bilang bahwa minyak zaitun tidak boleh dipanaskan karena akan berubah jadi racun. Kenyataannya, semua minyak pasti dipanaskan, dan dapat menghasilkan zat berbahaya, tetapi beberapa catatan mengatakan bahwa semakin banyak minyak goreng yang diolah dalam suhu tinggi, semakin sedikit zat berbahaya yang dihasilkan. Lebih dari itu, minyak zaitun sebenarnya lebih stabil karena kandungan lemak tak jenuh tunggal dan antioksidan yang tinggi. Meskipun beberapa antioksidan akan kalah dan sebagian rasanya akan hilang, memanaskan minyak zaitun tidak membuatnya beracun.

Minyak Goreng

Mitos terakhir dalam dunia perminyakan yang bisa jadi rekomendasi minyak goreng yang baik untuk tubuh adalah tidak memasak dengan minyak jika memiliki kolesterol tinggi. Sayangnya, tidak begitu ferguso. Untuk mengurangi kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung tidak berarti harus mengurangi lemak, tetapi memilih jenis yang tepat. Di kawasan Mediterania, lemak dari minyak zaitun dan kacang-kacangan terbilang cukup tinggi, dan itu telah menjadi metode untuk mengurangi risiko penyakit jantung. Yang penting adalah mengurangi lemak hewani dan lemak di sebagian besar masakan. Dengan demikian, tidak perlulah menghindari minyak zaitun yang sebenarnya lezat dalam masakan, terutama jika membuat sayur dan salad!

Mitos memang banyak beredar di aneka macam ruang, begitu juga dengan minyak. Biarkan saja mitos-mitos itu beredar. Selama tahu bahwa itu cuma mitos dan tidak merepotkan, kenapa harus bersusah-susah hati?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *